denylex.com/

Selain Avanza, Ini Mobil Toyota yang Bakal Kena Pajak 0 Persen pada Maret 2021

Selain Avanza, Ini Mobil Toyota yang Bakal Kena Pajak 0 Persen pada Maret 2021 – Mulai Maret 2021, pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru akan dilonggarkan. Pelaksanaannya dibagi dalam beberapa tahap yaitu, pajak 0% akan dipungut mulai Maret hingga Mei 2021, pajak 50% akan dipungut mulai Juni hingga Agustus 2021, dan pajak 25% akan dikenakan mulai September hingga November 2021.

Selain Avanza, Ini Mobil Toyota yang Bakal Kena Pajak 0 Persen pada Maret 2021

denylex.com/

denylex – Tidak semua mobil baru didiskon. Mobil tertentu yang dikenakan pajak 0% ini adalah tipe 4×2 dan sedan, yang kapasitas mesinnya kurang dari 1.500 cc dan memuat hingga 70% bagian rumah tangga.

Martogi Siahaan, CEO Auto2000, mengatakan kendaraan Toyota banyak yang terkena pelonggaran PPnBM. Namun, penyesuaian harga belum dilakukan hingga regulasi jelas.

Ia mengatakan dalam siaran pers yang diterima, Selasa: “Hingga saat ini, Auto2000 masih menunggu regulasi teknis terkait informasi ini, sehingga belum bisa dijelaskan jenis produk yang akan mendapat keringanan pajak dan kepastian harga jual. . “(23 / 2/2021).

Beberapa kendaraan Toyota yang memenuhi persyaratan relaksasi PPnBM antara lain Avanza, Rush, Yaris, Vios dan Sienta.

Yang Tidak Kena Pajak 0 Persen

Sementara itu, mobil-mobil Toyota yang dipastikan tidak bakal masuk didalam daftar mobil yang didiskon pajak antara lain Agya dan Calya.

“Model yang masuk didalam cluster LCGC yaitu Agya dan Calya tidak diberikan keringanan lantaran PPnBM-nya sudah 0 persen,” ujarnya.

Selain Agya dan Calya, daftar mobil Toyota yang tidak memperoleh relaksasi PPn BM yaitu Innova, Fortuner, Voxy, Hilux, Hiace, Alphard, dan Vellfire.

“Artinya, harga mobil-mobil itu tidak bakal turun waktu keputusan potongan harga pajak dijalankan. Jadi, sudi beli mobil selanjutnya sekarang atau nanti mirip saja,” kata Martogi.

toyota-raize-dan-daihatsu-rocky-akan-punya-varian-1-200-cc

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Akan Punya Varian 1.200 cc?

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Akan Punya Varian 1.200 cc – Toyota Raize dan Daihatsu Rocky merupakan sejoli kembar yang dijadwalkan dapat nampak di pasar Indonesia didalam saat dekat ini.

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Akan Punya Varian 1.200 cc

toyota-raize-dan-daihatsu-rocky-akan-punya-varian-1-200-cc

denylex – Sepertinya tersedia sesuatu yang baru berkenaan ke dua mobil tersebut, di mana nampak Info berkenaan pilihan mesin yang dikenakan pada keduanya.

Jika di awalnya kami dijejali Info berkenaan mesin 3 silinder 1.000 cc Turbo bagi ke dua mobil tersebut, maka tersedia Info lain yang mengabarkan bahwa mobil ini dapat mengunakan mesin 1.200 cc 4 silinder inline sebagai pilihan.

Dikutip berasal dari Instagram atas nama Indra_Fathan, menyebutkan bahwa Info ini berdasarkan pencarian Info pada tidak benar satu instansi pemerintah, maka ia menyebutkan sudah beroleh sejumlah Info juga mesin yang digunakan. “Kalau menyaksikan kode-kodenya bersama dengan seksama, keduanya memanfaatkan kode A250 (1.000 cc turbo) dan A251 (1.200 cc NA),” tulisnya.

Mesin 1.000 cc Turbo berkode 1-KR-VET bisa mengail kekuatan 98 PS /torsi 140 Nm. Sedangkan mesin 1.200 cc berkode 3NR-VE yang juga ditemui pada unit Calya ini mengail kekuatan 88 PS /torsi 108 Nm.

Masih seputar spekulasi, mesin 1.000 cc sepertinya dapat lebih banyak dijejalkan pada unit berlogo Toyota, namun untuk 1.200 lebih banyak disisipkan di Daihatsu.

di-asean-orang-indonesia-ternyata-paling-ngebet-ingin-punya-mobil-listrik

Di ASEAN, Orang Indonesia Ternyata Paling Ngebet Ingin Punya Mobil Listrik

Di ASEAN, Orang Indonesia Ternyata Paling Ngebet Ingin Punya Mobil Listrik – Kata siapa masyarakat Indonesia masih enggan memiliki mobil listrik? Berdasarkan riset, warga +62 ternyata memiliki permintaan paling tinggi beli mobil listrik dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

Di ASEAN, Orang Indonesia Ternyata Paling Ngebet Ingin Punya Mobil Listrik

di-asean-orang-indonesia-ternyata-paling-ngebet-ingin-punya-mobil-listrik

denylex – Meski selagi ini di jaman pandemi, dari 3 konsumen, 1 customer mengidamkan memiliki kendaraan listrik di dalam kurun selagi 3 th. ke depan,” ujar Associate Partner Senior Vice President Intelligent Mobility, Frost & Sullivan Asia Pasific, Vivek Vaidya, di webinar Nissan Futures Electrification & Beyond, Electrifying 250 Milions Cars an Impossible Dream?

“Dibandingkan knowledge terhadap 2018, terhadap 2020 customer di Indonesia yang mengidamkan memiliki mobil listrik mengalami peningkatan. Jika di 2018 mencapai 45 % di 2020 Indonesia mengalami peningkatan hingga 5 % atau mencapai 50 % customer mobil di Indonesia mengidamkan mobil listrik di dalam kurun selagi 3 th. ke depan,” Vivek menambahkan.

Filipina menjadi negara di posisi ke dua di dalam hal permintaan warganya berubah ke kendaraan listrik. Sementara posisi tiga ditempati Thailand.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Bandar Judi Bola

“Di posisi ke dua ada Filipina sebanyak 45 % customer di sana mengidamkan mobil listrik, diikuti oleh masyarakat Thailand ada 42 % customer yang mengidamkan mobil listrik, sesudah itu Malaysia sebanyak 35 persen, 30 % customer di Singapura yang mengidamkan mobil listrik dan 22 % customer di Vietnam mengidamkan mobil listrik,” kata Vivek.

Penjualan mobil listrik di Indonesia, mengutip knowledge Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sesungguhnya tak dapat dikatakan tinggi. Data distribusi wholesales (dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gaikindo sesungguhnya memperlihatkan bahwa belum banyak mobil listrik yang beredar di Indonesia.

Harga yang jauh lebih mahal dibanding mobil konvensional dianggap sebagai kendala terbesar memasarkan mobil listrik di Indonesia. Beberapa pihak meyakini mobil listrik bakal laris di Indonesia andai berada di kisaran Rp 250 juta, di mana mobil bersama dengan kisaran harga berikut masih menjadi yang paling laris.

Saat ini, mobil listrik yang paling banyak terjual adalah Hyundai Ioniq. Pada awal 2020, Hyundai mengimpor Hyundai Ioniq dari Korea Selatan untuk kebutuhan taksi online Grab. Baru terhadap November 2020 lalu, Hyundai formal meluncurkan Ioniq untuk masyarakat umum.

Total sepanjang 2020 (Januari-November 2020), Hyundai menjual mobil listrik Ioniq sebanyak 71 unit. Mobil listrik Hyundai Ioniq merupakan mobil listrik yang paling tidak mahal di Indonesia, setidaknya hingga selagi ini. Hyundai Ioniq Prime dijual bersama dengan harga Rp 624,8 juta dan Hyundai Ioniq Signature dibanderol Rp 664,8 juta.

Selain itu, Hyundai termasuk menjual mobil listrik Kona EV bersifat SUV. Hyundai Kona EV menjadi mobil listrik terlaris ke dua di Indonesia th. 2020. Hyundai menjual Kona EV sebanyak 38 unit. Hyundai Kona dijual bersama dengan harga Rp 674,8 juta.

Mobil listrik lain yang termasuk dijual di Indonesia adalah BMW i3s. Mobil listrik murni berbasis baterai ini dijual di Indonesia bersama dengan harga Rp 1.309.000.000 bersama dengan standing off the road. Penjualan BMW i3s menurut knowledge Gaikindo sepanjang 2020 hingga November tercatat sebanyak 5 unit.

Terakhir adalah mobil listrik Lexus UX 300e. Lexus UX 300e adalah mobil listrik pertama kelompok Toyota yang dijual formal di Indonesia. Mobil listrik Lexus bertenaga full baterai ini dijual bersama dengan estimasi harga Rp 1,245 miliar. Lexus baru mendistribusikan UX 300e sebanyak 2 unit terhadap September 2020.